logo

PECAH REKOR LAGI

Rabu 25 Mei 2022, terlihat hiruk-pikuk antrean yang memanjang di halaman Pengadilan Agama Bojonegoro pagi ini. Hal ini dikarenakan jadwal sidang hari Kamis dialihkan menjadi ha
PECAH REKOR LAGI

PROGRAM PRIORITAS

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah menetapkan 8 (Delapan) program prioritas Tahun 2022
PROGRAM PRIORITAS

Langit Cerah Hadir di PA Bojonegoro

Layanan publik terbaru yang  merupakan inovasi Pengadilan Agama Bojonegoro diberi nama LANGIT CERAH ( Layanan Pengiriman Akta cerai sampai Rumah) adalah layanan yang cukup
Langit Cerah Hadir di PA Bojonegoro

PA Bojonegoro Tolak Gratifikasi

Dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 17 Tahun 2019 tanggal 7 Oktober 2019 tentang Pembuatan Audio Peringatan Perilaku Gratifikasi maka pa
PA Bojonegoro Tolak Gratifikasi

Biaya Perkara

SIPP

Jadwal Sidang

SIWAS

e-court

Gugatan Mandiri

WA

aco

Data Saksi

CEK AKTA CERAI

Dipublikasikan oleh admin on . Hits: 47

Seribu Lebih Wanita Bojonegoro Menjanda Akibat Faktor Ekonomi dan Hubungan Ranjang

Bojonegoro,Bhirawa
Terbukti faktor tuntutan ekonomi hingga ketidakpuasan dalam hubungan di ranjang saat berumah tangga, jadi alasan ribuan wanita Bojonegoro menggugat cerai suaminya. Faktor utama penyebab perceraian tak hanya dilakukan pihak suami, namun juga para istri.

Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro mencatat, sejak bulan Januari hingga Juni 2022 menerima sebanyak 1.580 perkara. Dari angka itu, sebanyak 1.130 merupakan perkara cerai gugat yang diajukan istri. Sebanyak 450 perkara cerai talak yang diajukan suami.

” Untuk gugatan cerai terbanyak sekitar bulan Januari yakni sebanyak 268, disusul bulan Mei sebanyak 231 gugatan. Sementara, untuk cerai talak terbanyak yakni bulan Mei sebanyak 103 gugatan,” kata Ketua Panitera Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro, Sholikin Jamik, kemarin (7/7).

Mirisnya, mereka yang mengajukan cerai talak atau cerai gugat, didominasi usia di bawah 27 tahun, di mana merupakan usia yang masih muda dalam menjalani hubungan rumah tangga. Sementara untuk pendidikan terakhir didominasi lulusan sekolah menengah pertama (SMP).

” Faktor penyebabnya tuntutan kebutuhan tinggi, maka suami stres dan berpengaruh di ranjang sehingga istri tidak puas,” jelasnya.

Sekarang ini, lanjut Sholikin karena banyak kebutuhan wanita tidak terpenuhi, disebabkan suami tidak bekerja sesuai yang di harapkan ditambah dia mendapat janji-janji palsu dari lelaki lain yang mau memenuhi kebutuhan.

” Sehingga tergiur dan mengajukan gugat padahal itu harapan palsu sebenarnya,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Bojonegoro, agar tidak mudah mengajukan gugatan perceraian. Sebab, dampak daripada perceraian sangat kompleks. Terutama menyangkut data banyaknya kenakalan remaja, kriminalitas diawali kondisi keluarga yang broken home.

” Saya mengimbau kepada para masyarakat Bojonegoro, agar tidak mudah mengajukan perceraian. Memang dalam rumah tangga masalahnya sangat kompleks, tetapi alangkah baiknya dipikir kembali. Tentu semua menemukan solusinya,” pungkasnya. [Bas.gat]

Sumber : https://www.harianbhirawa.co.id/seribu-lebih-wanita-bojonegoro-menjanda-akibat-faktor-ekonomi-dan-hubungan-ranjang/

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Bojonegoro Klas IA

Jalan MH. Thamrin No.88
Bojonegoro,
Jawa Timur

(0353) 881235

(0353) 892229

pabojonegoro@gmail.com