logo

PECAH REKOR LAGI

Rabu 25 Mei 2022, terlihat hiruk-pikuk antrean yang memanjang di halaman Pengadilan Agama Bojonegoro pagi ini. Hal ini dikarenakan jadwal sidang hari Kamis dialihkan menjadi ha
PECAH REKOR LAGI

PROGRAM PRIORITAS

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama telah menetapkan 8 (Delapan) program prioritas Tahun 2022
PROGRAM PRIORITAS

Langit Cerah Hadir di PA Bojonegoro

Layanan publik terbaru yang  merupakan inovasi Pengadilan Agama Bojonegoro diberi nama LANGIT CERAH ( Layanan Pengiriman Akta cerai sampai Rumah) adalah layanan yang cukup
Langit Cerah Hadir di PA Bojonegoro

PA Bojonegoro Tolak Gratifikasi

Dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 17 Tahun 2019 tanggal 7 Oktober 2019 tentang Pembuatan Audio Peringatan Perilaku Gratifikasi maka pa
PA Bojonegoro Tolak Gratifikasi

Biaya Perkara

SIPP

Jadwal Sidang

SIWAS

e-court

Gugatan Mandiri

WA

aco

Data Saksi

CEK AKTA CERAI

Dipublikasikan oleh admin on . Hits: 75

FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN

Banyak faktor penyebab perceraian ini. Bahkan, pasangan yang terlihat ideal bisa saja dihadapkan  pada situasi ini.  Bukan hanya selebriti atau politikus, orang yang kita ketahui terlihat begitu mesra dan serasi pun bisa juga kandas pernikahannya.

Nah, apakah yang menyebabkan  pasangan yang napak harmonis dan baik-baik saja tiba-tiba  bisa dirundung perceraian? lnilah 4 hal penyebab utama perceraian.

Perselingkuhan

Pasangan yang mengkhianati janji perkawinannya  adalah penyebab paling sering hancurnya rumah tangga.  Pihak yang merasa sakit hati tentu  lebih memilih berpisah. Meski demikian, tak sedikit pasangan yang berhasil melalui masalah ini dan sepakat untuk membuka  lembaran baru dalam pernikahannya. Dibutuhkan komitmen dan ketulusan yang kuat untuk memaafkan.

Kemalasan

Terkadang orang tidak mau 'bekerja' dalam pernikahan. Ada sugesti yang keliru bahwa pernikahan akan membuat kita bahagia. Hal ini menyebabkan  kekeliruan cara pandang, seolah-olah  pernikahan adalah hal yang terpisah dari luar diri kita yang akan bertahan dan berkembang  dengan sedikit usaha dari suami dan istri. Wanita kerap merencanakan  hal besar dalam pernikahannya. Segala keperluan untuk pernikahan disiapkan  sedetail mungkin tanpa tahu makna pernikahan yang sebenarnya. Sementara itu, pria mencari pasangan yang rela merawat, menyayangi dan menikahi wanita yang tidak menuntut banyak pada dirinya.

Namun, apa yang terjadi bila pasangan merasa kecewa akan pernikahannya? Sayangnya, mereka mulai mencari di luar diri mereka untuk menentukan keretakatan rumah tangannya daripada melihat situasinya dan mempertanyakan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki  keadaan. Hal utama yang kerap dilakukan biasanya saling menyalahkan.  Memang lebih mudah menyalahkan  pasangan atau pernikahan itu sendiri. Biasanya, mereka justru lari dari tanggung jawab dan enggan memikirkan perubahan yang mungkin diperlukan untuk memperbaiki  keadaan.

Orang terlalu malas untuk melakukan eksplorasi diri, belajar untuk memperbaiki  hubungan yang lebih baik dan berusaha untuk memenuhi  hal yang dibutuhkan dalam pernikahan. Pernikahan membutuhkan kerja keras dan jika keduanya tidak memiliki komitmen untuk bekerja keras, maka jangan berharap pernikahan akan bertahan lama.

Kurangnya keterampilan komunikasi

Sebenarnya ini hal yang mudah dan sederhana. Namun, masih banyak yang belum memahami cara berbicara satu sama lain dan seni mendengarkan.  Banyak juga pasangan yang menghindari percakapan hanya karena takut saling melukai. Berapa pun usia pernikahan Anda, komunikasi adalah keterampilan utama yang harus dimiliki. Cara termudah  untuk membangun  kepercayaan dalam pernikahan adalah melalui keterampilan komunikasi  yang terbuka dan jujur.

Jika berbicara dan mendengarkan tidak menjadi kebiasaan dalam rumah tangga, maka tidak ada harapan rumah tangga itu akan bertahan selamanya. Komunikasi  dapat menjadi jalan untuk mendiskusikan solusi. Masalah perkawinan tidak bisa dipecahkan tanpa kemauan untuk berkomunikasi. Anda bisa mengetahui cara efektif berkomunikasi dengan pasangan sejak masa pacaran sehingga tidak mudah tersulut emosi saat menghadapi  tekanan. Komunikasi  sebelum menikah dapat mencegah harapan yang tidak realistis yang mungkin timbul dalam pernikahan.

Ekspetasi yang terlalu tinggi

Memasang  harapan yang tinggi memang  bagus untuk memacu semangat kita.  Namun, ini tidak berlaku pada pernikahan. Harapan tinggi yang berpadu dengan kemalasan akan membuat pernikahan hanya berakhir dalam perceraian. Wanita yang membeli  gaun pengantin mahal itu mungkin juga memiliki  harapan pernikahan yang sangat tinggi.  Pria dan wanita sama-sama membuat banyak asumsi dalam pernikahan dana pa yang diharapkan  dari sebuah  pernikahan.

Ekspektasi pernikahan jarang selaras dengan realitas kehidupan seperti di dalam pernikahan. Ada banyak mitos yang beredar dalam pernikahan, misalnya keyakinan bahwa pria hanya menginginkan  seks dalam pernikahan atau wanita adalah pihak yang memboroskan uang. Salah paham inilah yang kerap menimbulkan  masalah dalam pernikahan. Selain itu, kedua pasangan seyogianya juga menyadari bahwa kehidupan perkawinan tidak akan luput dari kemungkinan terjadinya konflik. Penyebabnya bisa beragam, antara lain perbedaan latar belakang pendidikan, budaya, dan harapan. Kedua pasangan perlu menyadari bahwa mereka berasal dari latar belakang yang berbeda satu sama lain. Jadikanlah  konflik sebagai ajang bagi peningkatan saling mengenali antar-pasangan. Untuk itu, seyogianya kedua pasangan mampu mengelola  dan menyiasati konflik dengan cara kompromistis. Demikian 4 penyebab utama terjadinya perceraian, semoga tulisan  ini bermanfaat.

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Bojonegoro Klas IA

Jalan MH. Thamrin No.88
Bojonegoro,
Jawa Timur

(0353) 881235

(0353) 892229

pabojonegoro@gmail.com