Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Bekerja Sama Dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya Mengadakan Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah

Ketua & Wakil Ketua

web web yeti
H. Nahison Dasa Brata H. Muhajir

Panitera & Sekretaris

web web yeti
Hj. Mudjiati, S.H. Yeti Rianawati, S.H.

Info Perkara

Perkara Diterimajenisperkarainformasi perkarastatistik perkaraFaktor Penyebab Cerai
×

Error

Could not load feed: https://putusan.mahkamahagung.go.id/rss/terbaru/pa-bojonegoro

OPEN
test

Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Bekerja Sama Dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya Mengadakan Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah

Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menetapkan salah satu fokus program prioritas tahun 2014 pada peningkatan kemampuan hakim dan tenaga tehnis Pengadilan Agama dalam penguasaan hukum ekonomi syari'ah dan kualitas putusan.

Kewenangan Pengadilan Agama sebagai satu-satunya forum penyelesaian sengketa ekonomi syari'ah secara litigasi pasca putusan MK No. 93/PUU-X/2012 tanggal 29 Agustus 2013 semakin kuat. Hal tersebut menjadi tantangan untuk meningkatkan kesiapan para hakim Pengadilan Agama dalam menyelesaikan sengketa ini terkait kewenangan yang diberikan negara sejak berlakunya undang-undang nomor 3 tahun 2006.

 

Ketidaksiapan para hakim Pengadilan Agama dapat dimaklumi karena memang selama ini hakim-hakim Pengadilan Agama secara ekslusif hanya menangani perkara hukum keluarga dan belum banyak terekpose dalam pemecahan masalah seputar ekonomi syari'ah yang secara teknis begitu kompleks dan menantang.

Untuk tercapainya program prioritas tersebut yaitu meningkatnya  kemampuan hakim dan tenaga teknis Pengadilan Agama dalam penguasaan hukum ekonomi syari'ah,  maka Pengadilan Tinggi Agama Surabaya bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya mengadakan Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syari'ah yang kuliah perdananya telah dimulai sejak bulan Juni 2014.

Program studi ini diikuti oleh 42 orang yang terdiri dari Hakim dan Tenaga Teknis Pengadilan Agama se Jawa Timur. Dengan Program Studi Magister Hukum ekonomi Syari'ah ini   ke depan diharapkan  Pengadilan Agama akan dapat secara cepat dan tepat merespon publik dalam persoalan hukum ekonomi syari'ah.

Universitas Muhammdiyah Surabaya telah mengantongi izin untuk menyelenggarakan program studi Magister Hukum Ekonomi Syari'ah yaitu berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 1502 tahun 2014 tertanggal 14 Maret 2014.

Adapun mata kuliah yang diikuti oleh mahasiswa S2 ini seluruhnya untuk mendalami masalah ekonomi Syari'ah di antaranya adalah:

Studi Al Qur'an dan Hadis, Filsafat Ilmu, Managemen Lembaga Ekonomi Syari'ah, Hukum Bisnis Syari'ah, Hukum Perbankan Syari'ah, Fiqih Legal Maxim, Hukum Lembaga Keuangan Syari'ah, Transaksi dan Aplikasi Kontraktual Hukum Ekonomi Syari'ah, Hukum Acara Sengketa Syari'ah, Fiqih Ekonomi Syar'ah Kontemporer, Kajian Fatwa Hukum Ekonomi Syari'ah, Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syari'ah/Legal Case, Metodologi Penelitian Hukum Ekonomi Syari'ah, dan Kapita Selekta Ekonomi Syari'ah.

Tenaga Pengajar Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syari'ah ini terdiri dari Akademisi, Praktisi Perbankan, OJK, dan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Nantinya gelar yang akan didapat oleh mahasiswa S2 ini adalah Magister Hukum Ekonomi Syari'ah (MHES).

(sltf)

Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menetapkan salah satu fokus program prioritas tahun 2014 pada peningkatan kemampuan hakim dan tenaga teknis Pengadilan Agama dalam penguasaan hukum ekonomi syari'ah dan kualitas putusan.

Komen

1308208
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1831
3807
7979
1280894
33792
112131
1308208

Your IP: 54.92.194.75
2017-12-12 15:28

Sistem Informasi

sipp

Loading...

Portal Info Perkara

siadpaplusMenampilkan jadwal sidang, informasi, grafik perkara dsb secara realtime.

Biaya Perkara

biayaTentang Panjar Biaya Perkara di Pengadilan Agama Bojonegoro.

Pengumuman

PengumumanPanggilan sidang bagi pihak berperkara yang tidak diketahui alamatnya dengan jelas (ghoib).
 
Online Support
Berbicara langsung Customer Service kami.
pengaduan
Pengaduan Online
Isikan pengaduan Anda pada tab Contact Form dan klik Send email.