PEMANTAPAN jamaah haji menjelang berangkat ke Mekah di hari kempat, Pembimbing KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro di Madinah, Sabtu (9/5/26) membahas kalimat Talbiyah. Bagi jamaah haji bacaan Talbiyah bukan sekadar kalimat yang diucapkan di mulut. Ini “ikrar kontrak” antara hamba dengan Allah saat mulai ihram.
Lafadz Talbiyah
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ
Artinya:
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”
Ini 5 Hakekat Talbiyah yang dalam:
1. Labbaik adalah Jawaban atas panggilan Nabi Ibrahim AS
Allah perintahkan Ibrahim: “Dan serulah manusia untuk berhaji” [QS. Al-Hajj: 27].
Lalu Ibrahim berseru di atas Jabal Abu Qubais. Arwah manusia menjawab: “Labbaik”.
Jadi saat membaca talbiyah, hakekatnya sedang menunaikan janji ruh Bapak sejak zaman azali. Bapak sedang bilang: “Ya Allah, dulu ruhku sudah janji mau datang. Sekarang badanku buktikan.”
2. Ikrar Tauhid total: “Laa syariika lak”
Inti talbiyah ada di kalimat “tiada sekutu bagi-Mu”. Ihram itu latihan mati. Talbiyah itu ikrar: “Mulai detik ini ya Allah, aku lepas semua tuhan-tuhan kecil di hatiku: harta, jabatan, anak, gengsi. Cuma Engkau yang aku tuju.”
Karena itu talbiyah diulang-ulang. Biar tauhidnya nancep ke hati.
3. Pengakuan: semua milik Allah
“Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk”
Segala puji, nikmat, kerajaan = milik Allah.
Hakekatnya: “Ya Allah, aku bisa haji/umrah ini bukan karena aku kaya, kuat, pinter ngatur. Ini semua nikmat-Mu. Bahkan napas buat baca talbiyah ini juga dari-Mu.” Jadi hilanglah ujub & sombong.
4. Status baru: Tamu Allah
Begitu baca talbiyah, Bapak resmi jadi Duyufurrahman = Tamu Allah. Kata Nabi ﷺ: _“Orang yang haji dan umrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, Allah kabulkan. Jika minta ampun, Allah ampuni”_ [HR. Ibnu Majah].
Tamu itu dijaga, dimuliakan, dijamu. Makanya selama ihram, kita dijaga dengan larangan-larangan ihram.
5. Latihan ikhlas sepanjang perjalanan
Talbiyah disunnahkan dikeraskan bagi laki-laki, diulang tiap ganti kondisi: naik kendaraan, turun, ketemu rombongan, habis salat.
Hikmahnya biar hati terus eling. Di pesawat “Labbaik”, di bus “Labbaik”, di padang Arafah “Labbaik”. Artinya hidup kita itu isinya cuma menjawab panggilan Allah terus.
Adab membaca Talbiyah:
- Dimulai setelah niat ihram di miqat sampai mulai tawaf
- Laki-laki sunnah suara keras, perempuan lirih
- Berhenti talbiyah: Umrah sampai saat lihat Ka’bah mau tawaf. Haji sampai saat melontar Jumrah Aqabah 10 Dzulhijjah
- Jangan dicampur nyanyian/tepuk tangan. Khusyuk saja!
Imam Syafi’i bilang: “Aku tidak tahu ada kalimat dzikir yang lebih agung saat ihram selain talbiyah. Karena isinya tauhid, syukur, dan penghambaan total.”
Jadi hakekat talbiyah itu: jawaban cinta. Allah panggil, kita jawab “Saya datang ya Rabb”. Bukan karena Ka’bah, bukan karena gelar haji, tapi karena rindu sama Pemilik Ka’bah.
Semoga talbiyah jamaah haji kita nanti bukan cuma di lisan, tapi sampai meresap ke hati. Aamiin.
Ditulis oleh: Sholikin Jamik, Pembimbing KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro dari Madinah
Sumber : https://kabarpasti.com/makna-bacaan-talbiyah-bagi-jemaah-haji-dan-umroh/

