Oleh: Sholikin Jamik, Pembimbing Jamaah Haji KBIHU Masyarakat Madani
Meskipun bukan perintah khusus buat Adam, semangat thawaf = taubat. Kenapa?
1. Thawaf itu istighfar dengan badan
Waktu thawaf kita baca: _“Rabbana atina fid-dunya hasanah… wa qina ‘adzaban nar”_. Isinya minta ampun & selamat. 7 putaran = 7 kali ngemis ampun.
2. Simbol kembali ke Allah
Adam diusir dari surga karena dosa. Kita thawaf muter Ka’bah tanda: “Ya Allah, aku balik. Aku muter-muter dunia kejauhan. Sekarang aku pulang ke Engkau.”
3. Hajar Aswad = Saksi Taubat
Nabi ﷺ: “Hajar Aswad turun dari surga… akan jadi saksi bagi yang mengusapnya dengan benar”[HR. Tirmidzi]. Waktu istimlam, kita kayak salaman bilang: “Ya Allah, aku taubat, saksikan”.
Imam Ghazali bilang: “Thawaf itu gerakan orang bingung yang nemu jalan pulang. Muter karena cinta, nangis karena dosa.”
4. Kesimpulan Tarjih
Majelis Tarjih Muhammadiyah: Kisah Adam thawaf itu israiliyat, tidak bisa dijadikan dalil. Yang jadi pegangan: QS. Al-Hajj: 29 & hadits Nabi ﷺ.
Jadi kalau ada yang bilang “thawaf wajib karena Adam taubat begitu”, itu kurang tepat. Yang tepat: Kita thawaf karena Allah perintahkan lewat Ibrahim & Muhammad. Dan thawaf adalah cara paling nyata buat taubat.
Jadi gimana sikap kita?
1. Resapi thawaf sebagai momen taubat kita sendiri. Bayangkan dosa 60 tahun rontok tiap putaran.
2. Fokus niat: “Ya Allah, aku thawaf karena perintah-Mu. Terima taubatku seperti Engkau terima taubat Adam”
Itu lebih selamat & sesuai sunnah.
Jadi , thawaf itu bukan hanya napak tilas taubat Adam, tapi napak tilas taubatnya seluruh manusia yang mau kembali ke Allah. Adam bapak kita, Ibrahim nenek moyang kita, Muhammad Nabi kita. Semua ketemu di thawaf.
Semoga thawafnya nanti jadi thawaf taubat yang diterima. Aamiin!!
Sumber : https://kabarpasti.com/hakekat-thawaf-adalah-taubat/

