logo

Written by Super User on . Hits: 15

Ziarah ke Taif: Melatih Ujian Kesabaran yang Berat

 

Oleh: Sholikin Jamik

SuaraBojonegoro.com – Dengan izin Allah SWT, insyaallah pada hari Rabu tanggal 3 Juni 2026, jemaah haji KBIHU Masyarakat Madani akan melakukan ziarah ke tempat lawatan dakwah Nabi Muhammad di Taif.

Dalam sejarah Rasulullah, lawatan dakwah ke Taif ini terjadi pada tahun ke-10 kenabian atau sekitar tahun 619–620 Masehi. Detailnya adalah sebagai berikut:

1. Waktunya: “Amul Huzni” (Tahun Kesedihan)

Nabi ﷺ berangkat ke Taif setelah dua orang yang paling beliau cintai wafat dalam waktu yang berdekatan:

Khadijah binti Khuwailid – Wafat pada 10 Ramadhan tahun ke-10 kenabian / 619 M.

Abu Thalib – Wafat 3 bulan setelah Khadijah, yaitu pada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian / 620 M.

Setelah keduanya wafat, kaum Quraisy menjadi berani mengganggu Nabi ﷺ secara terang-terangan karena tidak ada lagi sosok pelindung utama beliau. Masa-masa sulit inilah yang disebut “Amul Huzni” atau Tahun Kesedihan.

2. Perjalanan ke Taif

Nabi ﷺ berangkat ke Taif ditemani oleh Zaid bin Haritsah. Jarak antara Mekah dan Taif sekitar 90 km, yang saat itu ditempuh dengan berjalan kaki selama 3–4 hari.

Tujuan beliau adalah berdakwah kepada Bani Tsaqif di Taif. Beliau berharap mereka mau menerima Islam di saat penolakan di Mekah sudah terasa sangat keras.

3. Kejadian di Taif

Sesampainya di Taif, Nabi ﷺ menemui tiga bersaudara yang merupakan pemimpin Bani Tsaqif: Abdu Yalil, Mas’ud, dan Habib bin Amr. Namun, dakwah beliau ditolak mentah-mentah.

Bahkan, mereka menghasut para budak dan anak-anak kecil untuk melempari Nabi ﷺ dengan batu hingga kaki beliau terluka dan sandal beliau dipenuhi darah. Zaid bin Haritsah yang berusaha melindungi beliau pun ikut mengalami luka-luka.

Di tengah kondisi terluka tersebut, Nabi ﷺ berteduh di sebuah kebun anggur milik Utbah dan Syaibah bin Rabi’ah. Di tempat itulah beliau memanjatkan doa Taif yang sangat masyhur:

“Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku…”

Catatan Penting:

Bukan “Hijrah”: Peristiwa ini berbeda dengan Hijrah ke Madinah. Peristiwa ini lebih tepat disebut “Perjalanan Dakwah ke Taif”, karena setelah itu Nabi ﷺ tetap kembali ke Mekah.

Waktu Pasti: Tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan tanggal dan bulan secara pasti (seperti tanggal 1 atau 15). Para ulama hanya sepakat pada tahunnya, yaitu tahun ke-10 kenabian setelah wafatnya Abu Thalib.

Urutan Kronologi: Tahun ke-10 kenabian (Perjalanan ke Taif) \rightarrow Tahun ke-11 kenabian (Bertemu 6 orang kaum Anshar di Aqabah) \rightarrow Tahun ke-13 kenabian (Hijrah ke Madinah).

Singkatnya:

Nabi ﷺ melakukan perjalanan ke Taif sekitar tahun 619–620 M saat beliau berusia 50 tahun. Ini merupakan salah satu ujian terberat beliau sebelum peristiwa Isra Mikraj. Namun, di balik penolakan pedih di Taif, Allah SWT menggantinya dengan kemuliaan Isra Mikraj dan dibukanya jalan bagi Islam untuk berkembang di Madinah.

Oleh karena itu, ziarah ke Taif esensinya adalah ziarah napak tilas untuk menghayati tempat di mana kesabaran Nabi ﷺ diuji dengan begitu berat.

Poin-Poin Koreksi yang Dilakukan:

Koreksi Kata Serapan: Ziaroh menjadi Ziarah, Thoif/Thaif menjadi Taif (sesuai KBBI/PUEBI), Dahwah menjadi Dakwah, Jamaah menjadi Jemaah, Rosul menjadi Rasul/Rasulullah, Shahih menjadi Sahih.

Huruf Kapital & Singkatan: Merapikan penulisan insyaallah (tidak dipisah insya allah), penulisan SWT, nama-nama bulan, serta nama tokoh.

Tanda Baca & Format: Mengubah format nomor menjadi sub-heading dan bullet points agar tulisan lebih rapi, enak dibaca, dan tampak profesional saat dibagikan ke jemaah. (**)

Sumber : https://suarabojonegoro.com/ziarah-ke-taif-melatih-ujian-kesabaran-yang-berat/

Sumber : https://suarabojonegoro.com/ziarah-ke-taif-melatih-ujian-kesabaran-yang-berat/

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Bojonegoro Klas IA

Jalan MH. Thamrin No.88
Bojonegoro,
Jawa Timur

(0353) 881235
(0353) 892229

085117437497 (WA Center)

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Instagram   fb   youtube   twitter

Tautan Pengadilan

Pengadilan Agama Bojonegoro@2024