Menanamkan Integritas Sejak Dini dan Peluncuran E-Instrumen, PA Bojonegoro Gelar Apel Pagi dan Reset Disiplin Siswa PKL
Oleh: Sandhy Sugijanto (Panmud Hukum)
Bojonegoro, 22 September 2025
Senin pagi di lingkungan Pengadilan Agama Bojonegoro tak sekadar dimulai dengan rutinitas kerja. Seperti biasa, seluruh jajaran pimpinan dan pegawai mengikuti apel pagi yang menjadi tradisi dan budaya kerja setiap awal pekan. Namun lebih dari itu, apel pagi di PA Bojonegoro adalah ruang untuk menguatkan nilai integritas, disiplin, dan pelayanan prima, sebagai pondasi utama pelayanan publik yang bersih dan empatik.
Pada apel pagi hari ini, bertindak sebagai pembina apel adalah Panitera PA Bojonegoro, Sholikin Jamik. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan dalam buku ‘Siroh nabawiyah”, dikisahkan mengapa para sahabat Rosul, kuat pendiriannya walaupun ujiannya berat, baik ujian fisik maupun psikis, mau dibunuh. Tetapi tetap tegar, karena para sahabat punya keyakinan tentang hari akhir. Hari pembalasan, hari Dimana semua yang diperbuat di dunia pasti akan dibalas di hari kiamat. Mulut kita ditutup, tangan, kaki, telinga dan seluruh panca Indera menjadi saksi atas apa yang kita berbuat selama di dunia. Keyakinan ini seharusnya mengilhami kita dalam bekerja, kita bekerja tidak perlu takut sama atasan, tidak perlu takut pada orang lain, tetapi takutlah pada diri kita sendiri, akan tanggungjawan, terhadap beban yang diberikan pada diri kita sendiri. Karena semua pekerjaan yang telah kita lakukan entah itu benar maupun salah, amal dan dosanya kembali kepada diri kita sendiri. Itulah yang kita sebut hari ini, yang kita berjuangkan hari ini, yang namanya INTEGRITAS DIRI (antara yang kita bicarakan selaras dengan yang kita kerjakan). Kita ingin seperti para sahabat nabi yang kuat pendirian, karena percaya pada hari akhir dalam bekerja di kantor ini.
Pada kesempatan ini, Bapak Panitera juga mengumumkan per tanggal 22 September 2025, hari ini mulainya penggunaan aplikasi E-Instrumen di PA Bojonegoro, dimana E-Instrumen merupakan inovasi baru dalam proses administrasi perkara, khususnya dalam hal penyampaian perintah penundaan sidang dari majelis hakim. Jika sebelumnya perintah tersebut disampaikan melalui media kertas, kini dialihkan ke dalam bentuk elektronik secara paperless. Menurut penjelasan Bapak Panitera, perubahan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kertas sekaligus meningkatkan efektivitas serta akurasi dalam administrasi perkara. “Dengan E-Instrumen, kita tidak hanya menghemat sumber daya, tetapi juga mempercepat proses penyelesaian perkara karena data tersimpan secara digital dan lebih mudah diakses,” ujarnya.
Lebih lanjut, sistem ini diharapkan mampu menunjang kinerja aparatur peradilan dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan kepada masyarakat. Implementasi E-Instrumen juga sejalan dengan upaya Mahkamah Agung dalam mewujudkan peradilan modern berbasis teknologi informasi.
Ia juga menekankan pentingnya pelayanan empatik kepada para pihak, khususnya kelompok rentan, sebagai bentuk pengabdian dan wujud nyata dari nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Reset Disiplin Siswa PKL: Menyiapkan Generasi Profesional
Usai kegiatan apel pagi, Panitera Muda Hukum PA Bojonegoro, Sandhy Sugijanto, memimpin sesi briefing bagi para siswa SMA/SMK yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PA Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melakukan reset disiplin dan motivasi kerja di tengah masa magang para siswa.
Dalam arahannya, Sandhy menekankan bahwa PKL bukan sekadar formalitas akademik, tetapi sebuah simulasi nyata memasuki dunia kerja.
"Kedisiplinan itu mutlak. Masuk kantor tepat waktu, kembali dari istirahat sesuai jadwal, dan tetap fokus selama jam kerja adalah hal dasar yang wajib dijalani," ujarnya.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk menjunjung tinggi etika, sopan santun kepada pimpinan dan pegawai, serta menjaga kerja sama yang baik antar siswa meskipun berasal dari sekolah yang berbeda.
"Jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran berharga. Dunia kerja nanti tidak hanya soal kemampuan teknis, tapi juga karakter dan sikap yang akan membedakan kalian dari yang lain," tutupnya.
Kegiatan apel dan pembinaan ini menunjukkan komitmen Pengadilan Agama Bojonegoro tidak hanya dalam pelayanan hukum, tetapi juga dalam mencetak generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan siap menghadapi dunia kerja dengan nilai-nilai luhur yang kuat.
