Estafet Kepemimpinan PA Bojonegoro: Menyambut Nakhoda Baru di Tengah Semangat Hijrah Peradilan modern
Bojonegoro, 3 Juni 2026
Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan bagi sejumlah pimpinan di lingkungan peradilan agama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026, bertempat di Ruang Media Center Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Dalam kesempatan itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya melantik 1 orang Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Selain itu, turut dilantik 2 orang Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 20 orang Ketua Pengadilan Agama dan 9 orang Wakil Ketua Pengadilan Agama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Surabaya juga resmi dilantik. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh makna sebagai bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan peradilan agama.
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta. Hadir pula para Ketua Pengadilan Agama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Selain itu, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Surabaya turut mengikuti jalannya kegiatan. Kehadiran para pimpinan dan pejabat dari berbagai satuan kerja tersebut menambah suasana kebersamaan dalam momentum penting ini. Pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan koordinasi antar satuan kerja. Dengan dukungan seluruh unsur yang hadir, kegiatan berjalan lancar dan mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun peradilan agama yang semakin baik.
Salah satu pejabat yang dilantik dalam kegiatan tersebut adalah Ketua Pengadilan Agama Bojonegoro, Drs. Mufi Ahmad Baihaqi, M.H. Beliau mendapatkan amanah baru sebagai Ketua Pengadilan Agama Surabaya. Adapun jabatan Ketua Pengadilan Agama Bojonegoro selanjutnya diamanahkan kepada Bapak Sutikno,S.Ag,M.H. Sebelum mendapatkan amanah sebagai Ketua Pengadilan Agama Bojonegoro, Bapak Sutikno,S.Ag,M.H bertugas di Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Pergeseran kepemimpinan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan memperkuat kualitas pelayanan dan kinerja satuan kerja. Dengan hadirnya pimpinan baru, Pengadilan Agama Bojonegoro diharapkan terus bergerak maju, menjaga capaian positif, dan melahirkan inovasi pelayanan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain,S.H,M.H, menyampaikan bahwa perpindahan tugas merupakan bagian dari proses hijrah menuju tempat pengabdian yang baru. Menurut beliau, hijrah tersebut hendaknya dimaknai sebagai langkah untuk menjadi lebih sukses, lebih kuat, dan lebih bermanfaat di tempat tugas yang baru. Setiap pejabat yang dilantik diharapkan mampu segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing. Amanah jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, profesionalitas, dan komitmen terhadap pelayanan publik. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya juga menekankan pentingnya menjaga semangat kerja, memperkuat kebersamaan, dan terus menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan. Dengan semangat hijrah tersebut, seluruh pejabat yang dilantik diharapkan mampu membawa energi baru bagi satuan kerja yang dipimpin.
Adanya pergeseran pimpinan Pengadilan Agama di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Surabaya diharapkan membawa angin segar bagi peningkatan kualitas layanan peradilan. Penyegaran kepemimpinan ini menjadi harapan baru untuk mewujudkan pelayanan prima di lembaga peradilan sebagai garda terdepan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Mutasi dan promosi dalam jumlah besar tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan prestasi Pengadilan Tinggi Agama Surabaya beserta seluruh Pengadilan Agama di wilayah hukumnya. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu melanjutkan program prioritas, memperkuat inovasi, serta menjaga marwah lembaga peradilan agama. Sinergi antara pimpinan, aparatur, dan seluruh unsur pendukung menjadi kunci penting dalam mewujudkan peradilan yang modern, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Melalui momentum pelantikan ini, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya optimis dapat meraih capaian yang lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pencari keadilan.
Kegiatan pelantikan hari ini ditutup dengan pembinaan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya memberikan pembinaan kepada aparatur pengadilan agama di wilayah PTA Surabaya. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya disiplin, integritas, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. “Kita harus terus bergerak menuju peradilan yang modern, transparan, dan berkelas dunia,” ujar Ketua PTA Surabaya dalam pembinaannya. Pimpinan satuan kerja diminta melakukan pembinaan secara berkala agar kinerja aparatur tetap terarah dan sesuai ketentuan. Ketua PTA Surabaya juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan. Setiap pengeluaran, termasuk dalam pelaksanaan eksekusi, harus dirinci secara jelas dan tidak boleh dilakukan secara gelondongan.
Selain penguatan disiplin dan tata kelola, Ketua PTA Surabaya mendorong seluruh satuan kerja untuk memantapkan pelaksanaan peradilan elektronik. Satuan kerja juga diminta mengembangkan layanan berbasis elektronik serta mengambil praktik baik dari pengadilan agama lain sebagai bahan inovasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut menyampaikan persiapan Milad ke-50 PTA Surabaya atau tahun emas. “Milad ke-50 PTA Surabaya harus menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan, inovasi, dan integritas seluruh satuan kerja,” tegasnya. Setelah acara pembinaan selesai, Ketua PA Bojonegoro yang baru memberikan penegasan, “Kami siap menindaklanjuti arahan Ketua PTA Surabaya melalui penguatan disiplin aparatur, pemantapan layanan elektronik, dukungan terhadap keterbukaan informasi, serta partisipasi aktif dalam setiap program PTA Surabaya. Pembinaan ini menjadi dorongan bagi PA Bojonegoro untuk terus menghadirkan pelayanan yang modern, transparan, dan berkelas dunia,” ujar Ketua PA Bojonegoro.
Penulis : Sandhy Sugijanto (Panmud Hukum)
