Telusuri Jejak Penyebaran Islam, Tim Penyusun Buku Sejarah PA Bojonegoro Gelar Napak Tilas
BOJONEGORO – Dalam rangka mengumpulkan data dan literatur otentik untuk penyusunan Buku Sejarah Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, Tim Pembentukan Buku Sejarah PA Bojonegoro melaksanakan kegiatan napak tilas sekaligus penggalian informasi sejarah pada hari Senin (14/9/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri jejak awal mula penyebaran agama Islam di wilayah Bojonegoro yang erat kaitannya dengan cikal bakal sistem peradilan agama.
Dalam kegiatan napak tilas kali ini, tim mengunjungi dua situs makam bersejarah yang ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro, yaitu:
-
Makam Kyai Tameng, yang berlokasi di Desa Sudah, Kecamatan Malo.
-
Makam Mbah Menak Anggrung Kuncen, yang beralamat di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro
Saat berkunjung ke Makam Kyai Tameng Jati, tim melakukan wawancara mendalam untuk menggali informasi dari tokoh masyarakat setempat, yakni Bapak Fathul Mu’in selaku perawat makam dan Bapak Sumadji.
Berdasarkan hasil telusur dan wawancara dengan narasumber, tim berhasil menghimpun sejumlah fakta sejarah penting terkait sosok Kyai Tameng Jati. Diketahui bahwa Kyai Tameng Jati memiliki nama asli Syekh Abdurrahman Hadi. Beliau merupakan ulama besar yang berasal dari negeri Syam.
Sekitar tahun 1230, beliau diutus oleh Syekh Abdul Kadir untuk datang ke tanah Jawa dengan misi menyiarkan agama Islam. Proses penyebaran dakwah ini kemudian berlangsung secara estafet dalam rentang periode tahun 1230 hingga 1600-an Masehi.
"Kyai Tameng Jati menghabiskan waktu cukup lama di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Sedangkan masa dakwah beliau di wilayah Bojonegoro berlangsung selama kurang lebih 7 tahun," ungkap narasumber kepada tim.
Dalam perjuangannya di Bojonegoro, Kyai Tameng Jati bersahabat dan berjuang bersama tokoh-tokoh lain, di antaranya Menak Anggrung (Mbah Hasyim dan Mbah Sabil) serta Sepet Jati yang dikenal sebagai ahli perang. Berdasarkan penuturan sejarah setempat, estafet perjuangan penyebaran agama Islam di Bojonegoro memiliki urutan tokoh sebagai berikut: Kyai Tameng Jati, dilanjutkan oleh Wali Kidangan, kemudian Zakaria, Sunan Blongsong, hingga bermuara pada Aryo Dalem.
Narasumber juga menjelaskan mengenai riwayat makam tersebut. Sebelum dibangun menjadi bentuk permanen seperti saat ini pada 10 tahun yang lalu, area makam tersebut kerap dijadikan sebagai tempat ritual nyadran oleh masyarakat sekitar. Kini, syiar Islam peninggalan beliau terus dijaga. Makam Kyai Tameng Jati senantiasa makmur oleh peziarah, dengan agenda rutin berupa tahlil dan pengajian yang digelar setiap hari Jumat Pahing.
Seluruh data dan informasi berharga yang diperoleh dari napak tilas di kedua lokasi ini akan dikaji lebih lanjut dan disusun menjadi salah satu bagian penting dalam Buku Sejarah Pengadilan Agama Bojonegoro yang saat ini tengah dirampungkan.

