(0353) 881235 pabojonegoro@gmail.com delegasi.pabojonegoro@gmail.com
Memuat jam...
BERITA SEPUTAR PENGADILAN

Dewan Pendidikan Bojonegoro Soroti Penyalahgunaan AI, Tekankan Edukasi dan Pendampingan Siswa

13 October 2026
Super User
15 Dilihat

Dewan Pendidikan Bojonegoro Soroti Penyalahgunaan AI, Tekankan Edukasi dan Pendampingan Siswa

SuaraBojonegoro.com – Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menekankan pentingnya edukasi penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan pendidikan menyusul kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan siswa. Literasi digital, pendidikan karakter, serta pengawasan dinilai perlu diperkuat untuk mencegah penyalahgunaan teknologi.

Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Bidang Pengawasan, Konsultasi, dan Advokasi, Sholikin Jamik, mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah dalam merespons laporan kasus tersebut. Menurutnya, tindakan tegas yang diambil merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menangani persoalan di lingkungan pendidikan.

“Dewan Pendidikan mengapresiasi percepatan mengambil sikap dengan tegas terhadap kasus tersebut. Itu pendekatan moral,” ujar Sholikin Jamik.

Meski demikian, Sholikin menilai kasus tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi dunia pendidikan, terutama dalam membangun pemahaman tentang etika dan tanggung jawab penggunaan teknologi digital.

Menurutnya, perkembangan AI perlu diimbangi dengan edukasi yang memadai agar tidak digunakan untuk tindakan yang merugikan orang lain.

“Dari sisi pembelajaran, kejadian tersebut menjadi gambaran bahwa akan terjadi kasus-kasus serupa kalau tidak diimbangi dengan rasa tanggung jawab terhadap penggunaan AI,” jelasnya.

Sholikin juga menegaskan pentingnya penerapan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku apabila kasus serupa kembali terjadi. Penanganan tidak cukup hanya melalui teguran atau sanksi moral, tetapi perlu mempertimbangkan aspek hukum sesuai bentuk pelanggaran dan kewenangan pihak terkait.

“Kita semacam memberi pressure kepada publik bahwa kejadian tersebut harus menjadi yang terakhir. Bila terjadi berikutnya, tidak hanya sekadar sanksi secara moral, tetapi sanksi hukum harus diterapkan dengan ketat supaya ada efek jera,” tegasnya.

Selain pencegahan dan penegakan aturan, Sholikin meminta agar siswa yang terdampak mendapatkan pendampingan psikologis. Menurutnya, penanganan kasus harus memperhatikan keselamatan dan kondisi psikologis siswa serta menjaga kerahasiaan identitas pihak-pihak yang terlibat.

“Sekali lagi, kita tentu mengapresiasi karena begitu ada informasi, langsung diambil tindakan cepat. Kita juga harus memberikan edukasi atau pendampingan psikologis bagi siswa-siswi yang terdampak dari kasus tersebut,” pungkasnya.

Ia berharap sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat memperkuat kerja sama dalam memberikan edukasi digital, menanamkan pendidikan karakter, serta mengawasi penggunaan teknologi di kalangan peserta didik.

Dengan langkah tersebut, lingkungan pendidikan diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan AI sekaligus memastikan perlindungan terhadap siswa menjadi bagian penting dalam penanganan setiap kasus. (Lis/Red)

Sumber : https://suarabojonegoro.com/dewan-pendidikan-bojonegoro-soroti-penyalahgunaan-ai-tekankan-edukasi-dan-pendampingan-siswa/

ZONA INTEGRITAS WBK Wilayah Bebas dari Korupsi
Logo WBK
Logo BerAKHLAK
Logo Bangga Melayani Bangsa
SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT IKM 3,98 / 4,00 Sangat Baik Isi Survei Sekarang
LIVE CCTV